Analisis Efektivitas Expansion Joint dalam Mereduksi Getaran pada Intake Pump Water Treatment Plant
DOI:
https://doi.org/10.47355/rgc22280Keywords:
Expansion joint, Getaran, ISO 10816, TransmisibilitasAbstract
Getaran merupakan fenomena mekanis yang tidak dapat dihindari pada mesin berputar dan sistem perpipaan industri. Apabila getaran ini tidak dikendalikan, maka dapat menyebabkan kelelahan material, kerusakan sambungan pipa, kebocoran, serta penurunan umur pakai peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas expansion joint dalam mereduksi getaran pada sistem perpipaan intake pump water treatment plant di PT. XYZ Unit PLTU g 2 × 135 MW. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, pengukuran getaran menggunakan SKF Microlog vibration analyzer dan vibration meter, serta analisis data berdasarkan standar ISO 10816-3. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa getaran pada drive end horizontal sebesar 3,2 mm/s, drive end vertical 3,8 mm/s, drive end axial 2,1 mm/s, non-drive end horizontal 4,1 mm/s, non-drive end vertical 3,9 mm/s, dan non-drive end axial 2,3 mm/s. Seluruh nilai getaran berada dalam Zone A atau Zone B menurut ISO 10816-3 yang mengindikasikan kondisi pompa masih acceptable untuk operasi jangka panjang. Analisis spektrum frekuensi mengidentifikasi dominasi peakpada frekuensi 1× RPM (24,67 Hz) yang mengindikasikan adanya unbalance rotor. Efektivitas expansion joint dalam mereduksi getaran dihitung berdasarkan perbandingan getaran pada pump bearingdan pipa downstream, menghasilkan persentase reduksi sebesar 56,1%, transmisibilitas 0,44, dan insertion loss 7,16 dB. Hasil ini menunjukkan bahwa expansion joint mampu memberikan isolasi getaran yang efektif pada sistem perpipaan.