Pengaruh Penggunaan Gas Acetylene dan Gas LPG pada Las Oxy-Acetylene Baja AISI 1020
DOI:
https://doi.org/10.47355/avdk6212Keywords:
Baja AISI 1020, Gas Asetilena, Gas LPG, Oxy-Acetylene Welding (OAW), Uji MekanikAbstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya kebutuhan industri terhadap teknologi pengelasan yang efisien, aman, dan ekonomis. Gas asetilena umum digunakan pada proses las oxy-acetylene (OAW) karena menghasilkan suhu nyala tinggi, namun harganya relatif mahal dan berisiko tinggi terhadap keselamatan. Sebagai alternatif, gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) menawarkan biaya lebih murah dan keamanan lebih baik, namun perlu dikaji lebih lanjut pengaruhnya terhadap kekuatan dan kualitas sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengelasan OAW baja AISI 1020 dengan menggunakan gas asetilena dan gas LPG. Proses pengelasan dilakukan pada sambungan tumpul kampuh V dengan ketebalan material 4 mm dan 10 mm. Pengujian meliputi uji red dye penetrant untuk mendeteksi cacat permukaan, uji tarik untuk mengetahui kekuatan sambungan, serta uji impak metode Charpy untuk menilai ketangguhan hasil las. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelasan menggunakan gas asetilena menghasilkan sambungan dengan permukaan lebih homogen dan bebas cacat signifikan. Nilai kekuatan tarik dan energi impak yang dihasilkan juga lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan gas LPG. Hal ini disebabkan oleh suhu nyala asetilena yang lebih tinggi sehingga mampu menghasilkan fusi logam yang lebih sempurna. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan gas asetilena lebih direkomendasikan untuk pengelasan OAW baja AISI 1020 karena menghasilkan sambungan dengan kekuatan dan ketangguhan yang lebih baik.